Kamis, 22 Mei 2014

MODEL PENGEMBANGAN STANDAR PROFESI



 a.Jenis-jenis dan Deskripsi Profesi di bidang IT

 1.System Analyst
 Deskripsi Pekerjaan System Analyst
System analyst merancang solusi IT baru untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan produktifitas. Pekerjaannya dapat untuk ekstrenal client atau internal client (seperti departemen dalam organisasi yang sama).

 Bekerja secara dekat dengan client, analyst memeriksa model bisnis dan aliran data, mendiskusikan penemuan mereka dengan client, dan merancang solusi IT yang tepat.Mereka menghasilkan sketsa rancangan dan meminta sistem IT baru, menentukan operasi yang akan dijalankan oleh sistem, dan cara data akan dilihat oleh user, memberikan rancangannya pada client dan setelah disetujui, bekerja secara dekat dengan tim client untuk mengimplementasikan solusi
 
 Aktivitas Kerja System analyst
        Kebanyakan system analyst bekerja pada tipe khusus sistem IT, dengan bermacam-macam tipe organisasi.Aktivitas kerja juga bergantung pada ukuran dan sifat dasar dari organisasi, tetapi biasanya meliputi:
-Berhubungan secara luas dengan eksternal atau internal client
-Menganalisa sistem (yang sudah ada) client
-Menerjemahkan keperluan client ke dalam laporan singkat proyek yang sangat khusus
-Mengenali pilihan untuk solusi potensial dan menilainya untuk kecocokan teknis dan bisnis
-Membuat solusi logis dan inovatif untuk permasalahan yang kompleks
-Membuat proposal khusus untuk memodifikasi atau menggantikan sistem
-Membuat laporan proyek yang memungkinkan
-Memberikan proposal pada client
-Bekerja secara dekat dengan developer dan bermacam end user untuk memastikan kompatibilitas teknis dan kepuasan user
-Memastikan anggaran dipatuhi dan memenuhi deadline
-Membuat jadwal pengujian untuk keseluruhan sistem
-Mengawasi implementasi sistem baru
-Merencanakan implementasi sistem baru
-Membuat user manual
-Menyediakan pelatihan untuk user dari sistem baru
-Tetap update dengan perkembangan sektor teknis dan industri

Kemampuan System Analyst
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
-Kemampuan untuk belajar dengan cepat
-Pendekatan logis dalam pemecahan masalah
-Menyelidiki dan memiliki rasa ingin tahu
-Kemampuan presentasi
-Kemampuan interpersonal dan client-handling yang baik
-Business awareness
-Kemampuan yang baik sekali dalam komunikasi lisan dan tulisan
-Kemampuan dalam perencanaan dan negosiasi
-Inistiatif dan kepercayaan diri
-Ketertarikan bagaimana proses organisasional bekerja

2.Software Engineer
 Deskripsi Pekerjaan Software engineer
       Software engineer meneliti, merancang, dan men-develop sistem software untuk memenuhi keperluan client. Setelah sistem sudah secara penuh dirancang software engineer lalu diuji, debug, dan memelihara sistem.Mereka perlu memiliki pengetahuan berbagai macam bahasa pemrograman komputer dan aplikasi, ini karena luasnya bidang kerja yang dapat terlibat didalamnya. Software engineer kadang merupakan computer programmer atau software developer. Bergantung pada tipe organisasi, software engineer dapat menjadi spesialis dalam sistem atau aplikasi. Software engineering merupakan salah satu profesi IT yang paling popular.
 
Aktivitas Kerja Software Engineer
-Researching, perancangan, dan pembuatan software baru
-Menguji program baru dan mencari kesalahan
-Men-develop program yang sudah ada dengan menganalisa dan mengenali area untuk modifikasi
-Memasang produk software yang sudah ada dan mengambil incompatible platform untuk bekerja bersama
-Memeriksa teknologi baru
-Membuat spesifikasi teknis dan perencanaan pengujian
-Bekerja dengan bahasa coding komputer
-Membuat dokumentasi operasional dengan technical author
-Memelihara sistem dengan memonitoring dan memperbaiki kerusakan software
-Bekerja secara dekat dengan staff lain, seperti manajer proyek, graphic artists, system analyst, dan sales dan marketing professional
-Berkonsultasi dengan client/kolega berkaitan dengan pemeliharaan dan performance dari sistem software dan bertanya untuk memperoleh informasi, menjelaskan detail dan mengimplementasikan informasi
-Secara konstan meng-update pengetahuan teknis dan kemampuan dengan menghadiri in-house dan/atau kursus eksternal, membaca manual dan mengakses aplikasi baru
-Problem solving dan berpikir secara menyamping sebagai bagian dari tim, atau secara individual, untuk memenuhi kebutuhan dari proyek

Kemampuan Software engineer
-Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
-Pengetahuan tentang berbagai macam aplikasi
-Antusiasme dan pengetahuan dari project lifecycle
-Kemampuan analytical and problem-solving
-Memperhatikan detail
-Pikiran yang logis
-Numeracy
-Pengetahuan tentang sektor yang akan Anda kerjakan
-Kemampuan interpersonal dan komunikasi yang baik
-Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan client, kolega, dan manajemen senior
-Kemampuan untuk belajar skill dan teknologi terbaru dengan cepat
-Motivasi karir dan kemauan untuk melanjutkan lebih jauh pengetahuan dan kemampuan
-Awareness pada isu terkini yang mempengaruhi industri dan teknologi

3. Network Engineer
Deskripsi Pekerjaan Network engineer
       Network engineer bertanggung jawab untuk memasang dan mendukung komunikasi jaringan komputer dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan operasi yang lancar dari jaringan komunikasi untuk menyediakan performance yang maksimum dan ketersediaan untuk user (staff, client, customer, supplier, dan lain-lain). Network engineer bekerja secara internal sebagai bagian dari tim pendukung IT di organisasi atau secara eksternal sebagai bagian dari perusahaan konsultansi networking dengan beberapa client.
  
Aktivitas Kerja Network Engineer
Pekerjaan ini terpengaruh oleh ukuran dan tipe dari organisasi yang mempekerjakannya. Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:
-Memasang, mendukung, memelihara server hardware dan infrastruktur software baru
-Mengatur e-mail, anti spam, dan virus protection
-Melakukan setting user account, izin dan password
-Memonitor penggunaan jaringan
-Memastikan cost-effective dan efisiensi penggunaan server
-Mengusulkan dan menyediakan solusi IT untuk masalah bisnis dan manajemen
-Memastikan semua peralatan IT memenuhi standar industri
-Menganalisa dan menyelesaikan kesalahan, mulai dari major system crash sampai kelupaan password
-Mengerjakan rutin preventative measures dan mengimplementasikan dan memonitor keamanan jaringan, jika jaringan terkoneksi ke internet
-Menyediakan pelatihan dan dukungan teknis untuk user dengan bermacam tingkat pengetahuan IT dan kompetensi
-Mengawasi staff lain, seperti help desk technician
-Bekerja dekat dengan departemen/organisasi lain dan berkolaborasi dengan staff IT lain
-Merencanakan dan mengimplementasikan pengembangan IT untuk masa mendatang dan menjalankan kerja proyek
-Mengelola website dan memelihara jaringan internal
-Memonitor penggunaan web oleh para pekerja

Kemampuan Network engineer
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
-Pengetahuan yang up to date dan memahami kebutuhan bisnis dan industri
-Kemampuan komunikasi yang baik sekali
-Mampu untuk menerima bermacam tugas dan memperhatikan detail
-Kemampuan analytical dan problem-solving
-Kemampuan teamwork dan mampu untuk merasa nyaman bekerja dengan tim, client dan grup staff yang  berbeda antar organisasi
-Kemampuan organisasional

4. Application Developer
  Deskripsi Pekerjaan Application developer
        Application developer menerjemahkan kebutuhan software ke dalam kode pemrograman singkat dan kuat. Kebanyakan akan mengkhususkan pada lingkungan development tertentu seperti computer games atau e-commerce, dan akan memiliki pengetahuan yang dalam pada beberapa bahasa komputer yang bersangkut-paut. Peranannya meliputi menulis spesifikasi dan merancang, membangun, menguji, mengimplementasikan dan terkadang yang membantu aplikasi seperti bahasa komputer dan development tool.
 Application developer bekerja dalam range yang luas pada sektor bisnis seperti sektor publik, biasanya menjadi bagian dari tim dengan IT professional lainnya seperti system/busineess analyst dan technical author. Mereka bekerja pada produk umum yang dapat dibeli atau untuk client individual menyediakan bespoke solutions.

Aktivitas Kerja Application Developer
Fungsi dasar dari Application Developer adalah untuk mempergunakan pengetahuan teknik pemrograman dan sistem komputer untuk membuat program komputer untuk melakukan bermacam-macam pekerjaan sesuai dengan persetujuan dengan client.
Aktivitas yang dilakukan oleh application developer meliputi:
-Membuat spesifikasi program secara detail melalui diskusi dengan client
-Menjelaskan secara tepat apa tindakan (aksi) program yang diinginkan
-Menguraikan spesifikasi program ke dalam elemen-elemen sederhana dan menerjemahkan logikanya ke dalam bahasa pemrograman
-Memikirkan solusi yang mungkin untuk menprediksi masalah, mengevaluasi pilihan lain
-Bekerja sebagai bagian dari tim, dimana mengadakan proyek khusus, untuk membuat bagian tertentu dari program
-Mengkombinasikan semua elemen dari rancangan program dan mengujinya
-Menguji sample data-set untuk memeriksa keluaran dari program sesuai dengan yang diinginkan
-Bereaksi terhadap masalah dan memperbaiki program seseuai kebutuhan
-Memasang program dan mengadakan pengujian akhir
-Mempelajari computer printout selama berlangsungnya pengujian
-Mengevaluasi keefektifan program
-Meningkatkan efisiensi operasi program dan menyesuaikan kebutuhan baru seperlunya
-Mengadakan user acceptance testing untuk memastikan program mudah digunakan, cepat, dan akurat
-Membuat ulang langkah yang diambil oleh user untuk menemukan sumber masalah
-Membuat dokumentasi secara detail atas operasi dari program oleh user dan operator komputer
-Mengkonsultasikan manual, laporan periodik dan teknis untuk mempelajari cara baru untuk men-develop program dan memelihara yang sudah ada

Kemampuan Application developer
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
-Kemampuan teknis yang kuat dalam pemrograman, perancangan, metodologi system development dan pengujian, khususnya pada industri game
-Kemampuan komunikasi yang baik
-Kemampuan dalam manajemen proyek
-Kemampuan problem-solving
-Perhatian pada detail
-Keuletan dan kesabaran
-Kemampuan teamwork
-Pemahaman proses bisnis dan batasannya

5. Manager Sistem Informasi
 Deskripsi Pekerjaan Manajer Sistem Informasi
      Manajer sistem informasi bertanggung  jawab pada sistem komputer dalam perusahaan, mengawasi pemasangan, memastikan sistem backup berjalan dengan efektif, membeli hardware dan software, menyediakan infrastruktur teknologi ICT untuk organisasi, dan berkontribusi dalam kebijakan organisasi mengenai standar kualitas dan perencanaan strategi.Manajer sistem informasi bekerja pada semua ukuran orgranisasi dalam industri dan sektor pelayanan, biasanya dengan staff dari teknisi, programmer, dan hardware melapor pada manajer.
 
Aktivitas Kerja Manajer Sistem Informasi
Manajer sistem informasi bertanggungjawab untuk implementasi teknologi dalam suatu organisasi dan mengatur kerja dari system/business analyst, computer programmer, support specialist, dan pekerja lainnya yang berhubungan dengan komputer. Pemegang jabatan biasanya pekerja yang berpengalaman dengan keahlian teknis dan juga memahami prinsip bisnis dan manajemen. Kewajiban dalam peranan pada akhirnya bergantung pada organisasi yang mempekerjakannya dan kompleksitas dari sistem informasi.
Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:
-Mengevaluasi kebutuhan user dan fungsionalitas sistem dan memastikan fasilitas ICT memenuhi kebutuhan
-Merencanakan, men-develop dan mengimplementasikan keuangan ICT, memperoleh harga yang kompetitif apabila cocok, untuk memastikan keefektifan biaya
-Penjadwalan upgrade dan backup keamanan dari sistem hardware dan software
-Mencari kembali dan memasang sistem baru
-Memastikan running yang lancar dari semua sistem ICT seperti software anti-virus, layanan print dan e-mail.
-Memastikan lisensi software
-Menyediakan akses aman ke jaringan untuk remote user
-Memastikan keamanan data dari serangan internal dan eksternal
-Menyediakan user dengan support dan nasehat yang tepat
-Mengatur situasi krisis, dimana melibatkan masalah teknis yang kompleks dari hardware atau software
-Melakukan mentoring dan pelatihan pada staff pendukung ICT
-Tetap up to date dengan teknologi terbaru

Kemampuan Manajer Sistem Informasi
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
Kepemimpinan
-Kemampuan untuk bekerja dengan orang pada semua tingkat dalam organisasi
-Kemampuan untuk berkontribusi dan mengimplementasikan strategi organisasional

6. Konsultan IT
Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT
        Konsultan IT bekerja secara partnership dengan client, menganjurkan mereka bagaimana untuk menggunakan teknologi informasi agar memenuhi sasaran bisnis atau menyelesaikan suatu masalah. Konsultan bekerja untuk memperbaiki struktur dan efisiensi dan sistem IT organisasi.
Konsultan IT dapat terlibat dalam bermacam aktivitas seperti marketing, manajemen proyek, customer relationship management (CRM) dan system development.  Mereka juga bertanggungjawab untuk pelatihan user dan feedback. Pada banyak perusahaan, tugas tersebut dilakukan oleh IT project team. Konsultan IT makin terlibat dalam penjualan dan pengembangan bisnis.

Aktivitas Kerja Konsultan IT
Tugas khusus yang dilakukan oleh konsultan IT meliputi:
-Bertemu dengan client untuk menentukan keperluan
-Bekerja dengan client untuk menetapkan jangkauan dari suatu proyek
-Merencanakan timescale dan kebutuhan sumber daya
-Menjelaskan spesifikasi sistem client, memahami kebiasaan kerja mereka (client) dan sifat dasar dari bisnisnya
-Berpergian ke tempat customer
-Berhubungan dengan staff pada semua tingkat dari organisasi client
-Menetapkan software, hardware dan kebutuhan jaringan
-Menganalisa kebutuhan IT dalam perusahaan dan memberikan nasehat yang independen dan objektif dalam penggunaan IT
-Men-develop solusi yang cocok dan mengimplementasikan sistem baru
-Memberikan solusi dalam laporan tertulis ataupun lisan
-Membantu client pada aktivitas perubahan manajemen
-Membeli sistem jika cocok
-Merancang, menguji, memasang dan memonitoring sistem baru
-Menyiapkan dokumentasi dan memberikan laporan proses pada customer
-Mengatur pelatihan untuk user dan konsultan lain
-Mengenali potential client dan membangun dan memelihara hubunga

 Kemampuan Konsultan IT
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
-Kemampun untuk memimpin
-Kemampuan komunikasi dan interpersonal
-Kemampuan teamwork
-Pendekatan logis untuk problem solving/analytical skills
-Kemampuan untuk cepat belajar
-Kepercayaan ketika membuat keputusan
-Kemampuan presentasi
-Kemampuan customer service yang baik
-Kemampuan organisasional yang baik untuk mengatur heavy workload
-Kemampuan untuk berkomunikasi informasi teknis pada client non-IT dan kolega
-Fleksibilitas dan adaptabilitas
-Kemampuan manajemen waktu
  
7. IT Trainer
Deskripsi Pekerjaan IT Trainer
       IT Trainer umumnya merancang dan memberikan kursus dalam information and communications technology (ICT) seperti aplikasi dekstop dan software khusus perusahaan. Mereka juga menyediakan pelatihan dalam area yang lebih teknis untuk software engineer, teknisi, perancang website, dan programmer. IT Trainer bekerja pada perguruan tinggi, perusahaan pelatihan, dan dalam departemen pelatihan dari suatu perusahaan besar dan organisasi sektor publik. Banyak IT Trainer merupakan self-employed.

Aktivitas Kerja IT Trainer
 Pelatihan umumnya jatuh pada dua kategori, yaitu aplikasi software desktop (pengolah kata, database, spreadsheet, internet dan e-mail) dan area teknis seperti programming, web design, networking dan pemeliharaan PC.

Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:
-Merancang materi kursus dan dokumen lain seperti handout, manual, dan latihan
-Mengatur dan memasarkan kursus untuk memenuhi kebutuhan dari pelajar dan permintaan bisnis
-Menyiapkan lingkungan pelatihan dan sumber daya seperti men-setting peralatan IT
-Menyampaikan program pelatihan pada client baik itu dalam setting group classroom atau online melalui -e-learning atau Virtual Learning Environment (VLE) atau one-to-one basis.
-Mendukung dan melatih pelajar menggunakan VLE atau paket self-learning
-Mengevaluasi keefektifan dari pelatihan dan course outcorner
-Berhubungan dengan penyedia kursus eksternal, employer, client, memeriksa badan dan perusahaan software, dan lain-lain
-Menerima tanggung jawab untuk pemeliharaan hardware dan software yang digunakan untuk pelatihan dan menganjurkan perbaikan dan upgrade
-Tetap up to date dengan sistem yang bersangkutan, software dan teknologi pelatihan online
-Berurusan dengan administrative record

Kemampuan IT Trainer
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
-Pengetahuan yang up to date dari aplikasi dan sistem IT.
-Kemampuan lisan dan tulis yang baik
-Kemampuan organisasional, perencanaan, pelatihan dan presentasi yang baik
-Kesabaran dan kepercayaan
-Self-motivation dan mampu untuk memotivasi orang lain
-Kemauan untuk belajar

b.Standar profesi ACM dan IEEE
  
ACM
 ACM(Association for Computing Machinery) atau Asosiasi untuk Permesinan Komputer adalah sebuah serikat ilmiah dan pendidikan computer pertama didunia yang didirikan pada tahun 1947 SIG dan ACM, mensponsori konferensi yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi baru dalam bidang tertentu. Tidak hanya mensponsori konferensi ,ACM juga pernah mensponsori pertandingan catur antara Garry Kasparov dan computer IBM DeepBlue.

ACM telah menciptakan sebuah perpustakaan digital dimana ia telah membuat seluruh publikasi yang tersedia .ACM perpustakaan digital merupakan koleksi terbesar didunia informasi mengenai mesin komputasi dan berisi arsip jurnal ,majalah ,prosiding konferensi online,danisu-isu terkini ACM publikasi. Layanan online termasuk forum yang disebut Ubiquity dan TechNews mencerna,baik yang berisi informasi terbaru tentang dunia IT.

Pesaing utama ACM adalah IEEE Computer Society. Perbedaan antara ACM dan IEEE adalah, ACM berfokus pada ilmu komputer teoritis dan aplikasi pengguna akhir, sementara IEEE lebih memfokuskan pada masalah-masalah hardware dan standardisasi. Cara lain untuk menyatakan perbedaan yaitu ACM adalah ilmuwan komputer dan IEEE adalah untuk insinyur listrik, meskipun subkelompok terbesar adalah IEEE Computer Society.
ACM memiliki empat "Boards" yaitu:
1.      Publikasi
2.      SIG Governing Board,
3.      pendidikan, dan
4.      Badan Layanan Keanggotaan

IEEE
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah sebuah organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli dibidang teknik yang mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi- teknologi baru dalam semua aspek dalam industry dan rekayasa (engineering),yang mencakup telekomunikasi,jaringankomputer,kelistrikan, antariksa, danelektronika.

Tujuan inti IEEE adalah mendorong inovasi teknologi dan kesempurnaan untuk kepentingan kemanusiaan.
Visi IEEE adalah akan menjadi penting untuk masyarakat teknis global dan professional teknis dimana-mana dan dikenal secara universal untuk kontribusi teknologi dan teknis yang professional dalam meningkatkan kondisi perkembangan global.

Standar dalam IEEE adalah mengatur fungsi ,kemampuan dan interoperabilitas dari berbagai macam produk dan layanan yang mengubah cara orang hidup, bekerja dan berkomunikasi.
Proses pembangunan IEEE standar dapat dipecah melalui tujuh langkah dasar yaitu:
1.      Mengamankan Sponsor,
2.      Meminta Otorisasi Proyek,
3.      Perakitan Kelompok Kerja,
4.      Penyusunan Standard,
5.      Pemungutan suara,
6.      Review Komite,
7.      Final Vote.

Pada tahun 1980 bulan 2, IEEE membuat sebuah bagian yang mengurus standarisasi LAN(LocalAreaNetwork) danMAN(MetropolitanAreaNetwork). Bagian ini kemudian dinamakan sebagai 802. Angka 80 menunjukkan tahun dan angka 2 menunjukkan bulan dibentuknya kelompok kerja ini. Ada beberapa unit kerja dengan bidang yang mereka tangani diantaranya:
IEEE Indonesia Section berada pada IEEE Region 10 (Asia-Pasifik). Ketua IEEE Indonesia Section tahun 2009-2010 adalah Arnold Ph Djiwatampu. Saat ini IEEE Indonesia Section memiliki beberapa chapter, yaitu:
-Chapter Masyarakat Komunikasi (Communications Society Chapter).
-Chapter Masyarakat Sistim dan Sirkuit (Circuits and Systems Society Chapter).
-Chapter Teknologi Bidang Kesehatan dan Biologi (Engineering in Medicine and Biology Chapter).
-Chapter Gabungan untuk Masyarakat Pendidikan, Masyarakat Peralatan Elektron, Masyarakat Elektronik Listrik, dan Masyarakat Pemroses Sinyal (Join Chapter of Education Society, Electron Devices Society, Power Electronics Society, Signal Processing Society).
-Chapter Gabungan MTT/AP-S (Joint chapter MTT/AP-S)

d.Standar Profesi di Indonesia dan Regional
Untuk standar profesi di Indonesia dan regional dapat di ambil contoh mengenai standar profesi di bidang teknologi dan infomasi, dengan penjelasan sebagai berikut:

Usulan Pelaksanaan
Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.

Langkah-langkah yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
Penyusunan kode etik profesiolan Teknologi Infomrasi
Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia
Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI
Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi
Penerapan mekanisme re-sertifikasi

Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi stersebut, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.
  • Penerapan mekanisme re-sertifikasi
Promosi Standard Profesi Teknologi Informasi
Beberapa rencana kegiatan SRIG-PS pada masa mendatang dalam upaya memasyarakatkan model standardisasi profesi dalam dunia TI adalah :
  • Distribusi dari manual SRIG-PS di SEARCC”96 di Bangkok.pada bulan Juli 1996.
  • Promosi secara ekstensif oleh para anggota dari 1996-1997
  • Presentasi tiap negara yang telah benar-benar mengimplementasikan standard yang berdasarkan model SRIG-PS, pada SEARCC’97 di New Delhi. Ini merupakan penutupan phase 2 dari SRIG-PS.
Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi ini, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.
Rencana strategis dan operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di negara-negara anggota SEARCC.

Promosi ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai adalah berbeda-beda.
  • Pemerintah, untuk memberi saran kepada pemerintah, dan pembuat kebijaksanaan dalam bidang TI dalam usaha pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang TI.
  • Pemberi Kerja, untuk membangkitkan kesadaran di antara para pemberi kerja tetang nilai-nilai dari standard profesional dalam meningkatkan kualitas profesional TI.
  • Profesional TI, untuk mendorong agar profesional TI, dari negara anggota melihat nilai-nilai snatndar dalam profesi dak karir mereka.
  • Insitusi dan Penyusun kebijaksanaan Pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard profesional di regional ini dalam Teknologi Informasi.
  • Masyarakat Umum, untuk menyadarkan umum bahwa Standard Profesional Regional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.
Untuk mempromosikan model standardisasi dalam dunia TI ini, SEARCC memiliki berbagai perencanaan kampanye antara lain :
  • Publikasi dari Standard Profesional Regional diterbitkan di seluruh negara anggota
  • Presentasi secara formal di tiap negara anggota.
  • Membantu implementasi standard di negara-negara anggota
  • Memonitor pelaksanaan standard melalui Himpunan/Ikatan nasional
  • Melakukan evaluasi dan pengujian
  • Melakukan perbaikan secara terus menerus
  • Penggunaan INTERNET untuk menyebarkan informasi mengenai standard ini.
Untuk mengimplementasi promosi di Phase 2, SRIG-PS memperoleh dana bantuan yang akan digunakan untuk :
  • Biaya publikasi : disain, percetakan dan distribusi
  • Presentasi formal di negara anggota
  • Membantu implementasi standar di negara anggota
  • Pertemuan untuk mengkonsolidasi, memonitor, dan bertukar pengalaman
Adalah penting untuk menyusun WEBpage mengenai Standardisasi Profesi pada Teknologi Informasi. WEBpage ini akan memberikan informasi mengenai model SRIG-PS dan model standard di Indonesia.
Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi.

Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja. Selain itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.

Untuk melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.



Sertifikasi sebaiknya dilaksanakan oleh IPKIN sebagai Asosiasi Komputer Indonesia. Pemerintah diharapkan akan mengakui sertifikat ini, dan memperkenalkan dan mendorong implementasinya di industri. Dalam mengimplementasikan mekanisme sertifikasi, beberapa badan perlu dibentuk :

-Badan Penguji harus dibentuk dan institusi pendidikan sebaiknya dilibatkan dalam mekanisme ini. Hal ini perlu karena institusi pendidikan memiliki pengalaman dalam memberikan ujian.
-Panitia Persiapan Ujian, mempersiakan kebutuhan administrasi, pendaftaran, penjadwalan, pengumpulan maeri ujian.
-Pelaksana Ujian, mempersiapkan tempat ujian dan melaksanakan ujian. Menyerahkan hasil ujian kepada Badan Penguji untuk diperiksa, mengolah hasil dan memberikan hasil kepada IPKIN
-Pelaksana akreditasi training centre, untuk kebutuhan resertifikasi maka perlu dibentuk badan yang melakukan penilaian terhadap pelaksana pusat pelatihan, tetapi hal ini baru dilaksanakan setelah 5 tahun sistem sertifikasi berjalan,.
-Pelaksana resertifikasi, hal ini mungkin baru dapat dilaksanakan setelah 5 tahun setelah sistem sertifikasi berjalan dengan baik
-Kerja sama antara institusi terkait dikoordinasikan. IPKIN sebagai Asosiasi Profesi dapat memainkan peranan sebagai koordinator.
-Dalam pembentukan mekanisme sertifikasi harus diperhatikan beberapa hal yang dapat dianggap sebagai kriteria utama:
-Sistem sertifikasi sebaiknya kompatibel dengan pembagian pekerjaan yang diakui secara regional.
-Memiliki berbagai instrument penilaian, misal test, studi kasus, presentasi panel, dan lain-lain.
-Harus memiliki mekanisme untuk menilai dan memvalidasi pengalaman kerja dari para peserta, karena kompetensi profesional juga bergantung dari pengalaman kerja pada bidang tersebut.
-Harus diakui pada negara asal.
-Harus memiliki silabus dan materi pelatihan, yang menyediakan sarana untuk mempersiapkan diri untuk melakukan ujian sertifikasi tersebut.
-Sebaiknya memungkinkan untuk dilakukan re-sertifikasi

Sebagai kriteria tambahan adalah :
-Terintegrasi dengan Program Pengembangan Profesional
-Dapat dilakukan pada region tersebut.
-Dalam hal sertifikasi ini SEARCC memiliki peranan dalam hal :
-Menyusun panduan
-Memonitor/dan bertukar pengalaman
-Mengakreditasi sistem sertifikasi, agar mudah diakui oleh negara lain anggota SEARCC
-Mengimplementasi sistem yang terakreditasi tersebut
                                                                                                                                       
Sumber :