Jumat, 18 Oktober 2013

SINYAL ANALOG DAN DIGITAL

Sinyal Analog adalah gelombang elektromangnetik continues yang disebarkan melalui media tetapi tergantung di spektrumnya.

Sinyal Digital adalah serangkaian pusat tegangan yang dapat di transmisikan melalui kawat.

-          Data Analog
Pada sinyal analog ada dua alternative penyebaran data analog. dua alternative penyebarannya sebagai berikut :
 1. Sinyal menempati spectrum yang sama seperti data analog
 2. Data analog diuraikan menempati posisi spectrum yang berbeda.
Selain itu didalam Data analog terdapat  sinyal digital, data analog akan diuraikan suatu kode untuk aliran bit digital.
-          Data Digital
Data digital merupakan penyebaran data dalam digital dalam sinyal analog. data digital sendiri diuraikan menggunakan suatu modem untuk memproduksi sinyal analog.

PERLAKUAN SINYAL PADA TRANSMISI ANALOG
Transmisi Analog : Sinyal disebarkan melalui antifire
Transmisi Digital : Sinyal disebarkan melalui repeater

PERLAKUAN SINYAL PADA TRANSMISI DIGITAL
Transmisi Analog : Sinyal tersebut tidak bisa dipakai
Transmisi Digital : Sinyal dipakai untuk menghasilkan sinyal yang baru

TRANSMISI ANALOG DAN DIGITAL
Transmisi Analog adalah suatu apaya mentransmisi sinyal analog
Transmisi Digital adalah transmisi yang berhubungan dengan muatan dalam sinyal
Setelah mengetahui definsi sinyal analaog dan digital serta perlakuan sinyal dalam tiap transmisi, maka di dalam sinyal analaog dan digital terdapat transmisi data.  Didalam transmisi data,  ada 4 Kategori gangguan noise pada transmisi data. diantaranya :
a.       Thermal noise  diakibatkan karena perbedaan electron pada konduktor thermal noise biasa disebut white noise
b.      Intermodulation noise disebabkan karena perbedaan frekuensi pada sinyal yang tidak di inginkan
c.       Cross talk disebabkan karena adanya penghubung antar sinyal yang tidak di inginkan
d.      impulse noise disebabkan error komunikasi pada data digital dan gangguan kecil pada data analog.

TRANSMISI
Transmisi  merupakan proses aliran  data dari pengirim ke penerima.  Didalam transmisi terdapat  media transmisi. Dan  media transmisi ada dua yaitu terpandu dan tidak terpandu
a.       Media transmisi terpandu adalah media yang mamou mentransmisikan besaran-besaran fisik lewat materialnya.
contoh : fiber, optic, kabel.

b.      Media transmisi tidak terpandu adalah media yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor fisik (kabel, serat optic).
contoh : gelombang radio, infrared

MEDIA TRANSMISI WIRELESS
Selain itu didalam media transmisi terdapat media transmisi wireless. Dibawah ini yang termasuk media transmisi wireless yaitu :
a.       Infrared merupakan salah satu jenis gelombang elektromagnetik yang berbentuk cahaya. beberapa implementasi infrared untuk keperluan komunikasi diantaranya :
1.       Komunikasi data nirkabel jarak dekat dengan menggunakan irda (infrared data association)
2.       Komunikasi data yang menggunakan kabel fiber optic
3.       Free Space Optical Communication telekomunikasi antar 2 titik menggunakan sinar lase.

b.      Radio
Gelombang radio merupakan bagian dari spectrum gelombang elektromagnetik. beberapa implementasi gelombang radio untuk keperluan komunikasi :
1.       Komunikasi radio
2.       Komunikasi satelit

c.       Bluetooth merupakan protocol komunikasi wireless yang dapat digunakan untuk pertukaran data dalam area terbatas.
Kinerja Bluetooth menggunakan gelombang radio untuk mentransmissikan data dengan membagi data menjadi beberapa bagian dan mengirimkannya dalam beberapa kanal frekuensi data yang berbeda.
contoh : pemanfaatan Bluetooth yaitu digunakan pada PC(mouse), mobile

d.      WIFI
Standar untuk WLAN yang dibuat oleh wifi alliance. Tujuannya memungkinkan komunikasi yang terjalin dengan baik. pada berbagai perangkat wireless dari berbagai pabrik yang memuatnya.

e.      Hotspot
Cakupan area untuk satu atau lebih akses point dimana seseorang pengguna perangkat mobile dapat terhubung ke wireless network dan internet melalui akses point tersebut.

-    Klasifikasi  hotspot
Dalam klasifikasi hotspot terbagi 2 diantaranya 
a.  Free hotspot
Hotspot bebas atau gratis dimanapun siapapun boleh bergabung ke wireless network tanpa harus dibayar.

b.  Commercial hotspot
Siapapapun yang menggunakan hotspot tersebut terkoneksi dengan menggunakan tarif.

Beberapa hal penting mengenai transmisi data :
1.       transmisi data tergantung pada kualitas sinyal dan karakteristik media transmisi
2.       dibutuhkan untuk pemrosesan sinyal
3.       dibutuhkan dalam mengukur sinyal yang diterima
4.       dimanfaatkan untuk memancarkan bit yang dilakukan



Sumber : Arsip Pribadi ( Catatan semester 6, Jaringan Komunikasi )

APD PSEUDOCODE

       Structur English (SE)  merupakan alat yang cukup efisien untuk menggambarkan suatu algoritma. Pseudocode merupakan alternative dari SE. SE mirip dengan pseudocode, maka SE dan pseudocode sering dianggap sama.
SE lebih tepat untuk menggambarkan suatu algortitma yang akan di komunikasikan kepada pemakai sistem pseudo berarti ‘Imitasi’ atau ‘mirip’ atau ‘menyerupai’. dan code  menunjukan kode dari program, berarti psedocode adalah kode mirip dengan instruksi kode program yang sebenarnya. Pseudocode berbasis pada bahasa pemrograman yang sesungguhnya sehingga lebih tepat digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan kepada programmer. Pseudocode lebih rinci dari SE.

STRUKTURDARI PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR
struktur dasar dari SE dan pseudocode mengikuti struktur dasar pemrograman terstruktur (structured programming). Struktur dasar ini terdiri dari 3 macam struktur :
      1.    Struktur urut (sequence structure)
Struktur ini terdiri dari sebuah instruksi atau blok tanpa perulangan atau keputusan didalamnya. Struktur ini disebut juga dengan struktur urut sederhana (simple sequence structure)

Structured  indonesia :
Baca data jam – 8 kerja
Hitung gaji adalah jam-kerja dikalikan tariff tampilkan gaji.

Pseudocode
Baca data jam-kerja dari keyboard Hitung gaji = jam _kerja * tarif
Tampilkan gaji di monitor

Pseudocode  Bahasa Basic
10 Read jam_kerja
20 Let Gaji = jam_kerja *tariff
30 print gaji

      2. Struktur keputusan (decision structure)
Struktur keputusan (decision structure) atau struktur seleksi (selection structure) dapat berupa struktur if-then atau struktur  if-then-else atau  struktur case.


Struktur if –then
Struktur if-then untuk SE mempunyai bentuk :
            if          kondisi
                        then tindakan

c/:        if         nilai lebih besar dari 60
                        then tambah 1 ke lulus
Pseudocode
            if          nilai > 60 then
                        lulus = lulus+1
            endif

Strukture if-then-else untuk ‘SE’ mempunyai bentuk
            if          kondisi
                        then tindakan-1
                        else tindakan -2

c/:        if nilai lebih besar dari 60
             maka tambah 1 ke lulus
             selainnya tambah 1 ke ulang
 Pseudocode
            if          nilai > 60 then
                        lulus = lulus+1
            else
                        ulang = ulang+1
            endif

structure case untuk SE dapat dibentuk dari beberapa struktur if-then-else sbb :
            If         kasus-1
                        Then tindakan-1
            Else     if kasus-2
                        Then tindakan-2
            Else     if kasus-3
                        Then tindakan-3
            Else……

       3.  Struktur iterasi (iteration structure)
Struktur iterasi diterapkan pada situasi suatu instruksi adalah group dari instruksi yang diproses berulang kali sampai struktur iterasi (iteration structure) = struktur perulangan (loop structure) = struktur repetisi (repetition structure).
struktur ini dapat berupa for, struktur repeat atau struktur do-while.
struktur  FOR untuk SE :
            for each item
                        tindakan
struktur for untuk pseudocode dapat berupa struktur DO yang mempunyai bentuk :
            DO indeks = awal To akhir
                        perform tindakan
            jumlah = 0
            baca jumlah_barang dari monitor
            DO I= Q to jumlah_barang
                        Read data  unit dan harga dari monitor
                        nilai_barang = unit = unit * harga
                        tampilkan baris laporan di printer
                        jumlah = jumlah +nilai_barang
            Enddo
            tampilkan jumlah di printer

Struktur Repeat untuk SE :
            Repeat until kondisi
                        tindakan
struktur repeat  untuk pseudocode mempunyai bentuk :
            Repeat
                        perform tindakan
            Untuk kondisi

Struktur do-while ini jarang digunakan di SE dan banyak digunakan di pseudocode, bentuk do-while pada pseudocode :
            while kondisi Do
                        perform tindakan
            Endwhile

MODEL PENULISAN PSEUDOCODE

Gaya penulisan pseudocode terdiri dari :
1.      kata kunci (keywords) atau kata cadangan huruf capital atau digaris bawahi, sedang kata yang lainnya dengan huruf kecil.
2.      kata kunci seperti  IF, THEN, ELSE, REPEAT, UNTIL, FOR, DO, WHILE, yang membentuk strukturnya ditulis dengan huruf capital sedang kata-kata yang tercantum di kamus dengan data ditulis dengan digaris bawahi seperti gaya penulisan SE.

Sumber : Arsip Pribadi (Fotocopyan APSI semester  6 )

PELAKSANAAN, PERANAN DAN PENERAPAN TELEMATIKA

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Fungsinya meliputi:
1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
2. Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
3. Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

PERANAN TELEMATIKA DI INDONESIA
1. Mengoptimalkan proses pembangunan.
Telematika memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memudahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak, sehingga mudah untuk menyampaikan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
2. Meningkatkan Pendapatan.
Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
3. Pemersatu bangsa.
Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.

PENERAPAN TELEMATIKA
1.      E-goverment (contoh : depok.go.id)

Sumber :



TELEMATIKA

      Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).

Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
FUNGSI TELEMATIKA
     Telematika mempunyai fungsi didalamnya yaitu menyampaikan informasi maupun berkomunikasi secara cepat dan mudah. Selain itu telematika juga dapat memberikan wawasan maupun ilmu pengetahuan yang bertujuan mencerdaskan bangsa Indonesia pada khusunya. Berikutnya telematika juga mempunyai fungsi sebagai sarana kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi social akan menimbulkan kebersamaan, keakraban, dan integritas yang akan melahirkan kerjasama dalam berbagai macam hal. Telematika menjadi jembatan diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar luas dimana-mana. Telematika juga menghubungkan dengan proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan maupun bukan perseorangan.

DAMPAK PENGGUNAAN TELEMATIKA  SECARA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG
            Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu:

1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.

2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.

3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.

4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF  TELEMATIKA

DAMPAK POSITIF
-Memudahkan dalam mendapatkan informasi
 Saat ini, mendapatkan informasi apa saja bisa didapatkan dari internet
-Kemudahan dalam memperoleh data
 Dengan adanya Perkembangan dalam Telematika , kita dapat memperoleh data dan informasi   dari berbagai macam sumber
-Menghemat Waktu dan Biaya
Orang lain dapat berkomunikasi secara jarak jauh , sehingga menghemat waktu dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk bertatap muka .

DAMPAK NEGATIF
  • Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
  • Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
  • Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
  • Kejahatan telematika merugikan individu,missal Lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 data kartu kredit milik orang Rusia dan orang asing yang didapat dengan menyusup pada sistem komputer beberapa internet retailer.
  • Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.
MANFAAT TELEMATIKA
  • Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
  • Manfaat internet dalam e-Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
  • Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
  • Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
  • Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.

SEJARAH TELEMATIKA DAN SEJARAH PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

       Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata telekomunikasi dan informatika. Pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang.

Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi. Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

SEJARAH PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

      Di zaman pra-sejarah, manusia mengkomunikasikan pikiran, pengetahuan, dan gagasannya ke lingkungan sosialnya secara verbal. Dan dalam beberapa kasus, dengan menggunakan simbol-simbol material berupa ukiran pada batu, dinding gua, dan lain sebagainya. Komunikasi tertulis yang mula-mula dikembangkan memungkinkan informasi untuk disimpan dan dibaca oleh orang-orang lain di waktu-waktu kemudian. Penyimpanan dan pengalihan informasi melalui teknologi umumnya berlangsung secara lamban, mahal, dan membutuhkan banyak tenaga.

Dengan ditemukannya teknologi cetak (printing technology), informasi dapat dialihkan ke lebih banyak orang, di wilayah yang lebih luas, dan dengan biaya yang lebih murah. Di peralihan millennium sekarang ini, perkembangan media elektronik, mencakup radio, televise, dan telepon, telah memungkinkan penurunan waktu pengalihan informasi secara dramatik.
Jarak geografis kini tidak lagi menjadi penghalang dalam proses komunikasi dan pertukaran informasi. Biaya penyimpanan dan pengantaran informasi secara elektronik kini telah semakin banyak ditentukan oleh kebijakan public, ketimbang oleh faktor-faktor teknikal semata. Misalnya, harga pusa telepon lebih terkait dengan kebijakan regulasi public dari pada harga actual yang dibutuhkannya.

Komputer-komputer digital dan media penyimpanan informasi berskala besar dan missal telah memungkinkan terwujudnya basis data dengan kemampuan untuk memproses dan memanipulasi informasi. Tidak dengan informasi tertulis, data yang tersimpan secara elektronik ini ‘tak tampak‘ bagi mata biasa, kecuali bagi perangkat keras dan lunak untuk melakukan decoding (seperti komputer dengan kartu baca magnetic). Teknologi pemrosesan data secara elektronik ini bersama dengan teknologi komputer digital telah menghasilkan sebuah aliansi sinergis baru yang dikenal luas sebagai teknologi informasi, atau Teknologi Telematika. Ruang , waktu, dan biaya secara berangsur-angsur direduksi melalui aplikasi-aplikasi tekonologi komputer, penyimpanan missal, dan transmisi elektronikal dan optial. Pengontrolan informasi dalam rangka teknologi seperti ini menjadi lebih terdistribusi ketimbang sebelumnya. Dan peranan-peranan pemerintah, agen-agen komersial, pengusaha-pengusaha swasta menjadi lebih sulit untuk dimengerti. Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunaannya masih terbatas.

2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu.

3. Periode Aplikasi
Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik, selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi komputer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada cafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

Selain dari ke tiga periode di atas perkembangan telematika di Indonesia dapat dibagi lagi menjadi 2 masa yaitu :
1. Masa Pra-Satelit
a. Radio dan Telepon
Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat. Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.

        Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.
Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel.

Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.
Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.

b. Televisi
Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.
Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 Oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televisi.
Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan.

2. Masa Satelit
Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication). Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV. Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.

        Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah.
Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.

Sumber :