Jumat, 29 November 2013

FORMAT FILE DAN FORMAT BERKAS MULTIMEDIA

Pada Multimedia tentunya mempunyai format file dan jenis berkas yang sering digunakan. Dan beberapa Format File yang berlaku atau sering digunakan khusunya pada Handphone, yang terbagi dalam 2 format besar yaitu Format Audio dan Format Video .

1.Format Audio

- MP3
Format ini yang paling sering kita dengar dan pakai untuk format music, bahkan telah banyak player yang mendukung format ini yang sering disebut "MP3 Player". MP3 adalah format MPEG (Moving Picture Experts Group) Audio layer 3 atau hanya mengambil layer Audionya saja. Format ini sangat populer karena hasil dari kompresi file Audionya sangat memadai dan noise yang dihasilkan sedikit (tidak mengganggu)

-WAV 
 WAV adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris waveform audio formatmerupakan standar format berkas audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV merupakan standar format container file yang digunakan oleh windows. Wav umumnya digunakan untuk menyimpan audio tak termampatkan, file suara berkualitas CD, yang berukuran besar(sekitar 10 MB per menit). File .wav juga dapat berisi data terkodekan dengan beraneka ragam codec untuk mengurangi ukuran file.
Ekstensi : .wav atau .wv

Kelebihan:
WAV biasanya menggunakan coding PCM (Pulse Code Modulation)
WAV adalah data tidak terkompres sehingga seluruh sampel audio disimpan semuanya di harddisk.
Software yang dapat menciptakan WAV dari Analog Sound misalnya adalah Windows Sound Recorder.

Kekurangan:
WAV jarang sekali digunakan di internet karena ukurannya yang relative besar.
Maksimal ukuran file WAV adalah 2GB.

2.     AAC (Advanced Audio Coding)
        AAC adalah file format audio yang berbasis MPEG2 dan MPEG4. AAC bersifat lossy compression (data hasil kompresi tidak bias dikembalikan lagi ke data sebelum dikompres secara sempurna, karena setelah dikompres terdapat data-data yang hilang). File AAC dikompresi dengan cara lebih efisien pada kecepatan 128 kbps dengan suara stereo dibandingkan versi yang lebih dulu muncul, yakni mp3. AAC merupakan audio codec yang menyempurnakan MP3 dalam hal medium dan high bit rates.
Ekstensi : .m4a, .m4b, .m4p, .m4v, .m4r, .3gp, .mp4, .aac

Cara kerja:
Bagian-bagian sinyal yang tidak relevan akan dibuang, kemudian menghilangkan bagian-bagian sinyal yang redundan. Setelah itu dilakukan proses MDCT (Modified Discret Cosine Transform) berdasarkan tingkat kekompleksitasan sinyal. Adanya penambahan Internal Error Correction. Kemudian, sinyal disimpan atau dipancarkan.

Kelebihan:

Sample ratenya antara 8 Hz – 96 kHz
Memiliki 48 channel.
Suara lebih bagus untuk kualitas bit yang rendah (dibawah 16 Hz).

3.     MPEG Layer 3 (MP3)
         Mp3 merupakan format kompresi audio yang dikembangkan oleh Moving Picture Experts Group (MPEG). Format file ini menggunakan Layer 3 kompresi audio yang secara umum digunakan untuk menyimpan file – file music dan audiobooks dalam hard drive. Format file mp3 mampu memberikan kualitas suara yang mendekati kualitas CD stereo dengan 16-bit.

        Kualitas suara file MP3 tergantung pada sebagian besar bit rate yang digunakan untuk kompresi. Bit rate yang digunakan biasanya berkisar 128, 160, 192, dan 256 kbps. Semakin besar bit rate, semakin bagus kualitasnya, namun hal tersebut berpengaruh pada kebutuhan ruang dalam disk yang semakin besar, atau dengan kata lain berpengaruh pada ukuran file yang semakin besar.

      Sebagai file kompresi, MP3 menggunakan teknik lossy compression sehingga ada kemungkinan kualitas file berkurang ketika dikonversi kedalam MP3. Dalam prakteknya, berkurangnya kualitas file tidak tampak secara nyata, namun hasil pengurangan.
Ekstensi : .mp3

Kelebihan :

Mendekati kualitas CD stereo dengan 16-bit

Kekurangan :

Sudah terkompresi, kualitas file sudah berkurang
Bit rate terbatas

4.     Audio Interchange File Format 
        Audio Interchange File Format (AIFF) merupakan format standar untuk Mac. AIFF yaitu  berkas suara digital yang tidak terkompres seperti berkas yang ada dalam CD audio. Dengan memutarnya di Windows, sebuah lagu di CD tampil sebagai CDA (CD Audio Track). Namun demikian dapat bekerja di Windows setelah QuickTime atau sesudannya diinstal. Selain digunakan di Mac, juga digunakan di Workstation Silicon Graphics. Berkas dari AIFF menggunakan ekstensi .AIF. Audio Interchange File Format dikembangkan oleh Apple Computer. Sebuah variasi dari AIFF adalah berkas AFC yang dapat memadatkan data berkas yang dikandungnya. Berkas tersebut dimulai dengan header yang menggambarkan format internal dari data audio yang berbentuk sampling rate, jumlah saluran, identifikasi data dan sebagainya. Format data audio mengikuti header. Karena sebagian besar yang menggunakan AIFF berbasis pada mikroprosesor Motorola, berkas ini menggunakan byte yang besar.Ekstensi : .aiff, .aif, .aifc

5.     Audio CD 
         File dengan ekstensi .cda merupakan representasi dari track CD-audio. File dengan format .cda dapat langsung dijalankan melalui CD-ROM, sementara filenya sendiri tidak mempunyai informasi kode modulasi apapun sehingga jika dikopi ke dalam harddisk, file tersebut menjadi tidak dapat di-play.
Ekstensi : .cda

Kelebihan :

Dapat langsung dibaca melalui CD-ROM

Kekurangan :

Harus dirubah formatnya untuk dapat dibaca atau dijalankan dikomputer

6.     MIDI (Music Instrument Digital Interface)
       MIDI adalah singkatan dari Musical Instrument Digital Interface. MIDI merupakan sebuah standar perangkat keras dan perangkat lunak internasional untuk bertukar data (seperti, kode music dan MIDI event) di antara perangkat music elektronik dan computer dari merk yang berbeda. MIDI data sebenarnya merupakan sekumpulan instruksi dan bukanlah versi digital perekam suara.

        Cara kerjanya sebagai contoh, ketika kita merkam music pada computer menggunakan MIDI, perangkat lunak akan menyimpan daftar pesan intruksi sebagai file .mid. jika kita memainkan kembali file .mid pada keyboard elektronik, perangkat lunak synthesizer internal dari keyboard akan mengikuti intruksi untuk memainkan lagu tersebut. Keyboard akan memainkan kunci tertentu dengan kecepatan tertentu dan berhenti untuk waktu yang sudah ditentukan sebelum bergerak ke nada berikutnya.

Kelebihan :
Memberikan intruksi pada digital music seperti digital keyboard

Kekurangan :
Midi hanya dapat digunakan dalam kondisi
Digital audio yang tidak dapat berkerja karena H/W tidak mendukung
Sumber MIDI yang berkualitas tinggi

7.     WMA
        Format wma merupakan format popular dari Windows Media Audio yang dimiliki Microsoft. Format ini dirancang dengan kemampuan Digital Right Management (DRM) untuk proteksi penyalinan.

8.     OGG
      Ogg adalah format pemuat berkas video dan audio standar terbuka bebas yang dipelihara oleh Xiph.Org Foundation. Ogg memiliki format container yang bebas dan open source yang mendukung beraneka ragam codec, namun yang sering digunakan adalah codec vorbis. Vorbis merupakan pemampatan yang mirip dengan MP3, tetapi kurang popular.

        Nama "Ogg" merujuk kepada format berkas yang dapat memultiplekskan sejumlah codec sumber terbuka yang saling mandiri dan terpisah untuk audio, video, teks (seperti terjemahan film), dan metadata.

Kelebihan :
Mendukung berbagai macam codec

Kekurangan :
Kurang popular dibandingkan MP3

2. Format Video
- 3GP
3GP adalah kependekan dari Third Generation Partnership Projec, yaitu format standar multimedia yang khusus dikembangkan untuk digunakan pada handphone. Resolusi video yang dihasilkan format ini biasanya kecil yaitu hanya setara VGA (640 x 480) saja.

- MP4
Moving Picture Expert Group-4 disingkat MP4 adalah format multimedia yang memungkinkan menyimpan file audio digital dan digital video dan bahkan file data seperti data text (subtitles) atau gambar tidak bergerak. Format MP4 format yang lebih baik dibandingkan format 3GP karena bisa untuk resolusi video yang lebih tinggi

- AVI

AVI (Audio Video Interleave) format yang dikenalkan tahun 1992 oleh Microsoft yang merupakan bagian dari format Videonya Microsoft. Dalam format AVI memiliki file Audio dan Video dalam satu kesatuan.

- WMV
Mirip seperti Format WMA, WMV lebih menitik beratkan pada file Videonya. WMA atau kependekan dari Windows Media Video di kembangkan oleh microsoft untuk menyaingi format RealVideo yaitu sebuah format internet video streaming yang dikembangkan oleh Macintosh.

- OGG
Format ini memang masih belum terlalu populer. OGG adalah format yang bersifat free yang dikembangkan oleh Xiph.Org Foundation yang mampu menampung file data, video, audio dan metadata.

FORMAT BERKAS
Setelah mengetahui format file pada multimedia, tentunya jika ada file maka ada berkas. Dan berkas yang terdaoat didalam multimedia juga mempunyai format. Format berkas  yang mendukung dan tidak mendukung.

Format berkas yang Di Dukung

Format berkas yang tidak didukung






MULTIMEDIA DATABASE

Perkembangan aplikasi multimedia akhir-akhir ini telah mengantarkan manusia pada kebutuhan baru. Bagaimana mengorganisasikan beberapa format data yang berbeda dalam satu database tunggal. Muncullah konsep Multimedia Data Base (MMDB), yang punya semua sifat-sifat databse relasional tetapi punya kelebihan menangani beberapa format data.

Data multimedia secara umum mempunyai 5 jenis, yaitu Text, Grafiks, Image, Audio, dan Vid-eo. untuk  data teks, database relational telah mendukung dengan sangat baik, namun kurang untuk tipe data yang lain. Dalam bukunya Silberschatz mengungkapkan trend tipe data baru yaitu data temporal, data spasial, dan data multimedia[DSC]. Data multimedia memfokuskan diri pada penyimpanan data multimedia image, audio, dan video. sedangkan teks disimpan di database relational dan grafiks bisa disimpan pada data spasial.Data multimedia seperti gambar, audio, dan video merupakan bentuk data yang semakin populer sekarang ini. Namun penyimpanannya masih dilakukan secara terpisah dari database. Penyimpanan semacam ini tidak menjadi masalah ketika jumlah objek multimedia tersebut kecil, dimana fitur yang disediakan database tidak cukup berguna. Fitur database menjadi penting ketika jumlah objek multimedia yang disimpan besar. Isu-isu seperti update transaksi, fasilitas query, dan indexing menjadi penting. Objek multimedia memiliki atribut deskriptif seperti kapan file dibuat, siapa pembuatnya, dan untuk kategori apa file dibuat.

Multimedia database harus bisa menyediakan framework yang seragam untuk meyimpan, mengolah, mengambil menyebarkan dan menyajikan beberapa tipe media data dalam banyak variasi format. Pada waktu yang sama, mereka harus bisa mengatasi batasan-batasan numeris yang normalnya tidak didapati pada database tradisional.

Pendekatan Penyimpanan Obyek Multimedia
Salah satu pendekatan untuk membangun sebuah database objek multimedia seperti ini adalah dengan menggunakan database untuk menyimpan atribut deskriptif dan untuk melacak dimana file tersebut disimpan. Penyimpanan data multimedia diluar database mengakibatkan inkonsistensi, seperti file tercatat di database tetapi isinya tidak ada, atau sebaliknya. Oleh karena itu penting menyimpan data multimedia di dalam database. 

Namun penyimpanan obyek multimedia didalam database juga mempunyai kelemahan yaitu ukuran database yang membesar sehingga juga mempengaruhi performa database itu sendiri. Namun menyimpan obyek multimedia dalam database mempunyai banyak keuntungan, diantaranya [KRAR]
Manageability : kemudahan mengelola data multimedia, melakukan  pencarian, pembaruhan, dan lain-lain.
Security : bagi obyek multimedia yang hanya boleh dilihat oleh user tertentu saja, bisa dikontrol dengan lebih mudah jika menyimpan obyek multimedia di database.
Backup/Recovery : mekanisme backup yang lebih mudah, karena dengan membackup database berarti juga membackup obyek multimedianya juga.
Extensibility : obyek multimedia yang tersimpan di database pada prinsipnya lebih mudah untuk di olah, misalnya ketika dibutuhkan obyek tersebut di konversi ke format lain, atau melakukan resize ukuran dari obyek multimedia.

Dibalik kelebihan yang disebutkan tersebut, terdapat juga beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya ukuran database yang pasti akan membengkak ukurannya, yang mengakibatkan performa database, walaupun sudah terdapat teknologi cache, namun performanya masih belum menyamai ketika obyek database disimpan di file sistem.


Berdasarkan jenis database yang ada saat ini, terdapat 3 jenis database yaitu relational database, object oriented database, dan object relational database.  Implementasi multimedia database kedalam ke tiga jenis database tersebut adalah sebagai berikut

Relational Database
Ada dua cara yaitu menyimpan obyek multimedia dengan mengunakan tipe untuk obyek besar (BLOB - binary large object) dan  menggunakan teks sesuai dengan nama file. menyimpan dengan BLOB berarti menyimpan obyek multimedia di database, sedangkan jika menyimpan teks nama file berarti obyek multimedia tetap disimpan di file sistem.

Object Relational Database
Tipe yang di desain khusus untuk multimedia , contoh : Oracle Multimedia, selain menyimpan obyek multimedia di dalam tipe data khusus didatabase, dapat juga  mengextrak attribut (resolusi gambar, format kompresi).

Object Oriented Database
Class yang di desain khusus untuk multimedia

Isi Dari Multimedia Database
Multimedia database perlu mengatur beberapa tipe data yang berbeda sehubungan dengan data multimedia sebenarnya. Sebuah MMDB harus mengatur beberapa tipe informasi yang berbeda, berkaitan dengan data multimedia yang sebenarnya. Data-data tersebut adalah : Media Data : merupakan data sebenarnya yang merepresentasikan gambar/image, audio, video yang ditangkap, didigitasi, diolah, dikompres dan disimpan. Media format data data-berisi informasi yang berhubungan dengan format dari media data setelah melalui proses akuisisi, pengolahan dan proses encoding. Sebagai contoh, media format data terdiri dari sampling rate, resolusi, frame rate, skema encoding dan lain-lain. Media keyword data-berisi deskripsi keyword, biasanya berhubungan dengan pembuatan media data. Sebagai contoh untuk video, bisa meliputi tanggal, waktu dan tempat pengambilan video, siapa yang merekam, scene yang diambil dan lain-lain sering disebut juga content descriptive data. Media feature Data : berisi fitur yang diambil dari media data. Suatu fitur menenetukan media content. sebagai contoh informasi tentang distribusi warna, jenis-jenis tekstur dan perbedaan bentuk yang ditampilkan pada gambar, sering disebut disebut juga content dependent data. Ketiga data terakhir sering disebut sebagai metadata, karena mendeskripsikan beberapa aspek yang berbeda dari media data. Media keyword data dan media feature data digunakan untuk tujuan pencarian data. Media format data digunakan untuk menyajikan informasi yang ditangkap.

Aplikasi multimedia database
Banyak aplikasi yang mengunakan prinsip multimedia database, contoh yang popular adalah flick.com dan youtube.com. kedua situs online tersebut menyediakan layanan penyimanan obyek multimedia.
Selain itu ada juga Google googles yang revolusi dalam cara pencarian, dalam aplikasinya pengguna mengirim foto sebagai query pencariannya, sistem akan mengembalikan hasil pencarian sesuai kesamaan content foto tersebut dengan obyek multimedia yang terdapat di sistem.
[DSC]    Silberschatz, Korth, Sudarshan, Database System Concepts Fourth Edition, The McGraw-Hill Companies, 2001.
[KRAR] Marcel Kratochvil, The move to store images in the database,  http://www.oracle.com/technology/products/intermedia/htdocs/why_images_in_database.html , diakses 8 desember 2009.

Sumber :

PERANCANGAN SISTEM DATABASE

1.Perancangan Database
Perancangan database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem. Perancangan sistem terjadi pada dua tingkat yaitu :

Pada tingkat pertterjadi pada dua tingkat yaitu :
Pada tingkat pertama, perencanaan sistem analisis dan rancangan umum dilaksanakan untuk menetapkan kebutuhan pemakai. Tingkat  perancangan database ini melibatkan tahap front-end, bebas dari perancangan database tertentu atau Database Management System (DBMS).
Pada tingkat kedua, rancangan umum, seperti diagram entitas relasi tingkat tinggi, di transformasikan.
(atau didekomposisikan) ke dalam perancangan database rinci untuk sebuah DBMS tertentu yang akan digunakan untuk mengimplementasikan sistem total.

Tiga model database yang cukup dikenal adalah :
-Model  Hierarkikal
-Model  Jaringan
-Model Relasional

Pada masa lalu banyak penjual (vendors) menawarkan Database Management Systems (DBMS) yang berdasarkan pada Model Hierarkikal dan Model Jaringan. Saat ini Model Relasional adalah dominan. Karena itu hampir semua penjual perangkat lunak database  menawarkan produk perangkat lunak Relational Database Management Systems (RDBMS). RDBMS dibuat dengan struktur tiga skema, Struktur lapisan ini mendefinisikan data perusahaan pada tingkat yang  berbeda.

2.ERD (Entity Relationship Diagram)

Model Entity Relationship
Adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship.
Entity
Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.
Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis.
Entity set dapat berupa :
Obyek secara fisik       : Rumah, Kendaraan, Peralatan.
Obyek secara konsep  : Pekerjaan, Perusahaan, Rencana.

Relationship
Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.

Atribut
Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.
Nilai Atribut merupakan suatu  data actual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.

Jenis-jenis atribut :
Key : Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.
Atribut Simple : Atribut yang bernilai tunggal.
Atribut Multivalue : Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity.
Atribut Composite : Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mepunyai arti tertentu.
Atribut Derivatif : Suatu Atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.

Derajat dari relationship
Merupakan jumlah entity yang berpartisipasi dalam suatu relationship.
Unary Degree (Derajat Satu)
Binary Degree (Derajat Dua)
Ternary Degree (Derajat Tiga)

Cardinality Ratio Constraint
Menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya. Jenis cardinality ratio :
1 : 1 (One-To-One)
Sebuah entity A diasosiasikan pada sebuah entity B, dan sebuah entity B diasosiasikan dengan paling banyak sebuah entity.
1 : N (One-To-Many)
Sebuah entity A diasosiasikan dengan sejumlah entity B, tetapi entity B dapat diasosiasikan paling banyak satu entity A.
N : 1 (Many-To-One)
Suatu entity A dapat diasosiasikan dengan paling banyak sebuah entity B, tetapi entity B dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity di A.
M : N (Many-To-Many)
Suatu entity A dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity B dan entity B dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity di A.

Sumber : 
Arsip Pribadi (Fotocopyan Semester 7, Pengembangan Sistem Informasi)





PERANCANGAN SISTEM DATABASE

1.Perancangan Database
Perancangan database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem. Perancangan sistem terjadi pada dua tingkat yaitu :

Pada tingkat pertterjadi pada dua tingkat yaitu :
Pada tingkat pertama, perencanaan sistem analisis dan rancangan umum dilaksanakan untuk menetapkan kebutuhan pemakai. Tingkat  perancangan database ini melibatkan tahap front-end, bebas dari perancangan database tertentu atau Database Management System (DBMS).
Pada tingkat kedua, rancangan umum, seperti diagram entitas relasi tingkat tinggi, di transformasikan.
(atau didekomposisikan) ke dalam perancangan database rinci untuk sebuah DBMS tertentu yang akan digunakan untuk mengimplementasikan sistem total.

Tiga model database yang cukup dikenal adalah :
-Model  Hierarkikal
-Model  Jaringan
-Model Relasional

Pada masa lalu banyak penjual (vendors) menawarkan Database Management Systems (DBMS) yang berdasarkan pada Model Hierarkikal dan Model Jaringan. Saat ini Model Relasional adalah dominan. Karena itu hampir semua penjual perangkat lunak database  menawarkan produk perangkat lunak Relational Database Management Systems (RDBMS). RDBMS dibuat dengan struktur tiga skema, Struktur lapisan ini mendefinisikan data perusahaan pada tingkat yang  berbeda.

2.ERD (Entity Relationship Diagram)

Model Entity Relationship
Adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship.
Entity
Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.
Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis.
Entity set dapat berupa :
Obyek secara fisik       : Rumah, Kendaraan, Peralatan.
Obyek secara konsep  : Pekerjaan, Perusahaan, Rencana.

Relationship
Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.

Atribut
Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.
Nilai Atribut merupakan suatu  data actual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.

Jenis-jenis atribut :
Key : Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.
Atribut Simple : Atribut yang bernilai tunggal.
Atribut Multivalue : Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity.
Atribut Composite : Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mepunyai arti tertentu.
Atribut Derivatif : Suatu Atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.

Derajat dari relationship
Merupakan jumlah entity yang berpartisipasi dalam suatu relationship.
Unary Degree (Derajat Satu)
Binary Degree (Derajat Dua)
Ternary Degree (Derajat Tiga)

Cardinality Ratio Constraint
Menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya. Jenis cardinality ratio :
1 : 1 (One-To-One)
Sebuah entity A diasosiasikan pada sebuah entity B, dan sebuah entity B diasosiasikan dengan paling banyak sebuah entity.
1 : N (One-To-Many)
Sebuah entity A diasosiasikan dengan sejumlah entity B, tetapi entity B dapat diasosiasikan paling banyak satu entity A.
N : 1 (Many-To-One)
Suatu entity A dapat diasosiasikan dengan paling banyak sebuah entity B, tetapi entity B dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity di A.
M : N (Many-To-Many)
Suatu entity A dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity B dan entity B dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity di A.

Sumber : 
Arsip Pribadi (Fotocopyan Semester 7, Pengembangan Sistem Informasi)





MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN BAGIAN DARI MULTIMEDIA PENDIDIKAN

Seperti pada judul diatas, Multimedia dalam pembelajaran merupakan bagian dari multimedia pendidikan yang terdiri dari Prinsip Penggunaan Multimedia Dalam Pembelajaran, Multimedia dalam Pembelajaran, Metode Pembelajaran Dalam penggunaan dikelas, Kelebihan dan Kekurangan Multimedia dalam Pembelajaran serta Ruang Lingkup Multimedia Pembelajaran.

Prinsip Penggunaan Multimedia Dalam Pembelajaran
-Penggunaan Multimedia dalam pembelajaran adakalanya tidak sesuai dengan harapan pengguna. Oleh karena itu terdapat hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan multimedia. Newby et al (2006), merumuskan lima prinsip penggunaan multimedia yaitu:
-Periksa semua komponen sistem multimedia sebelum pelajaran dimulai. Pastikan semua komponen sistem multimedia berfungsi dengan baik.
-Gunakanlah tampilan (monitor komputer dan / atau sistem proyeksi) yang sesuai dengan jumlah siswa. Pastikan bahwa siswa dapat melihat gambar yang diproyeksikan.
-Memasang dan menguji semua softwere sebelum presentasi.
-Mendorong partisipasi siswa melalui pertanyaan-pertanyaan dan keleluasaan dalam memutuskan langkah berikutnya. 
-Gunakan softwere yang disimpan pada hard drive, bukan dari floppy disk. Program komputer akan merespon lebih cepat jika softwere yang digunakan disimpan pada hard drive.

Multimedia dalam Pembelajaran
       Edgar Dale dalam Warsita (2006) menggambarkan pentingnya visualisasi dan verbalitas dalam pengalaman belajar yang disebut “Kerucut Pengalaman Edgar Dale”. Kerucut Pengalaman Edgar Dale mengemukakan kontinum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung, visual dan verbal dalam menanamkan suatu konsep. Semakin konkrit pengalaman yang diberikan akan lebih menjamin terjadinya proses belajar. Namun, agar terjadi efisiensi belajar maka diusahakan agar pengalaman belajar yang diberikan semakin abstrak.

Efektifitas multimedia untuk pembelajaran memerlukan penggabungan berbagai media secara hati-hati dengan alasan yang tepat dan mengambil keuntungan dari masing-masing karakteristik media pembelajaran. Hampir semua bentuk multimedia efektif dalam menyajikan cerminan dari dunia nyata, sehingga memberikan kesempatan kepada pelajar dalam menerapkan materi ajar pada berbagai konteks (Shank :2005). Senada dengan Kariadinata (2009), Elemen-elemen multimedia yang menggabungkan beberapa komponen seperti warna, teks, animasi, gambar/grafik, suara dan video sangat menunjang dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang berbeda (Kariadinata: 2009). 

Hasil penelitian King Dow Su (2006), menyatakan bahwa pembelajaran multimedia yang menyatukan gambar, animasi dan suara dengan menggunakan prinsip konstruktivisme dapat memfasilitasi siswa untuk memahami konsep kimia, mempelajari kimia, dan bersikap terhadap kimia. Menurut Clark dalam Tosun et al. (2006), media pembelajaran hanyalah kepentingan sekunder dalam proses pembelajaran. Ia mengklaim bahwa media pembelajaran tidak dapat menimbulkan efek yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Tosun et a, (2006), menyatakan bahwa mungkin dulu media tidak terlalu berperan penting dalam pembelajaran karena hanya menggunakan papan tulis dan kapur saja, namun dalam perkembangannya media pembelajaran berbasis komputer merupakan alat bantu yang hampir wajib digunakan dalam pembelajaran pada saat ini.

Pada dasarnya, pembelajaran diselenggarakan dengan harapan agar siswa mampu menerima, memproses, menyimpan, serta mengkomunikasikan informasi yang telah diolahnya (Kariadinata :2009). Gardner (Rahmat :2008) mengemukakan bahwa kemampuan memproses informasi dapat dikelompokan kedalam tujuh kecerdasan, yaitu logis-matematis, spasila, linguistik, kinestetik-keparagaan, musik, interpersonal, dan intrapersonal. Komputer mampu menyajikan informasi dalam berbagai format, seperti video, audio, teks, grafik, dan animasi (simulasi). Oleh karena itu penggunaaan komputer berpotensi untuk memenuhi sagala bentuk kecerdasan yang telah dikemukakan.

Metode Pembelajaran dalam Penggunaan Multimedia di Kelas
           Metode pembelajaran dapat dikatakan sebagai teknik pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan. Teknik pelaksanaan tersebut harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Menurut Rustaman et al (2003), terdapat lima hal yang harus guru perhatikan dalam pemilihan metode pembelajaran yaitu, kemampuan guru dalam menggunakan metode, tujuan pengajaran yang akan dicapai, bahan pelajaran yang perlu dipelajari siswa, perbedaan individual dalam memanfaatkan indera, ketersediaan sarana dan prasarana disekolah.

Menurut Newby et al (2006), metode pengajaran yang dapat dilakukan dalam pembelajaran berbasis teknologi, diantaranya metode presentasi, demonstrasi, diskusi, games, simulasi, cooperative learning, discovery, problem solving, drill and practice dan tutorial. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode tutorial dan presentasi.

Kelebihan dan Kekurangan Multimedia Dalam Pembelajaran
       Multimedia merupakan salah satu sarana yang akan mempermudah proses belajar mengajar, dan memiliki aspek interaktifitas sehingga dapat digunakan sebagai materi pembelajaran mandiri. Menurut (Kariadinata :2009), Pembelajaran berbasis multimedia menunjang implementasi kurikulum, membantu upaya meningkatkan minat belajar, dan menjadi pelengkap sumber belajar. Kehadiran teknologi multimedia dalam pembelajaran hanya bertindak sebagai pelengkap, tambahan (suplemen) atau alat bantu bagi guru. Multimedia tidak akan mengambil alih peran dan fungsi guru, karena ada hal yang tidak dapat digantikan oleh multimedia. Multimedia hanya sebagai pilihan dalam menyampaikan informasi kepada siswa untuk menciptakan suasana belajar mandiri yang menyenangkan.

Pembelajaran berbasis multimedia memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut Rakim (2008), terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan penggunaan multimedia pembelajaran. Kelebihan multimedia dalam pembelajaran adalah kemampuan multimedia menimbulkan rasa senang, sehingga akan menambah motivasi belajar. Multimedia merupakan sistem pembelajaran inovatif dan interaktif gabungan antara teks, gambar, audio, animasi dan video, sehingga mampu memvisualisasikan materi abstrak. Multimedia juga dapat menghadirkan objek yang sukar diamati secara langsung.

Menurut Newby et al (2006) aspek interaktif multimedia menyediakan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif. Multimedia Interaktif telah terbukti efektif untuk digunakan pada berbagai domain pembelajaran, seperti pelatihan psikomotor, simulasi yang memberikan kesempatan bagi pemecahan masalah atau keterampilan berpikir tingkat tinggi. 

Penggunaan multimedia mampu mengakomodasi perbedaan kecepatan belajar gaya belajar siswa. Newby et al (2006), menyatakan bahwa individualisasi dalam pembelajaran mengakibatkan jalur pembelajaran yang berbeda untuk pelajar yang berbeda. Akan tetapi semua siswa dapat ditangani dengan cara yang sama dalam pembelajaran. Komputer juga dapat memberikan kontrol kepada pengguna, baik dari kecepatan dan urutan instruksi. Pelajar yang cepat dalam menanggapi pelajaran dapat mempercepat perajaran melalui program yang telah disusun, sementara pelajar lambat dapat mengambil waktu sebanyak yang mereka butuhkan.

Beberapa kekurangan penggunaan multimedia diantaranya biaya yang relatif mahal untuk tahap awal. Kemampuan penggunaan multimedia masih perlu ditingkatkan. Perhatian pemerintah terhadap pembelajaran seperti ini belum memadai. infrastruktur yang diperlukan dalam pembelajaran multimedia belum merata disetiap daerah (Rakim: 2009). Akan tetapi kekurangan multimedia tersebut tidak secara langsung pada proses pembelajaran.

Newby (2006) mengemukakan kekurangan multimedia dalam proses pembelajaran, diantaranya keterbatasan intelegen softwere komputer. Keterbatasan tersebut diantaranya keterbatasan dalam kapasitas interaksi dengan pelajar. Misalnya pertanyaan yang ditampilkan sering bergantung pada pilihan ganda sederhana atau pertanyaan benar-salah.

Ruang Multimedia Dalam Proses Pembelajaran
     Ruang multimedia adalah suatu ruangan dimana terdapat berbagai peralatan komunikasi elektronik guna menunjang proses pembelajaran. Peningkatan mutu pembelajaran adalah bertambahnya kualitas penyampaian materi pendidikan sehingga siswa lebih mudah dalam menangkapnya.

 Standar Internasional pembelajaran berbasis ICT dapat dilaksanakan, salah satunya dengan penggunaan ruang multimedia yang tersedia di sekolah. Ruang multimedia yang dimaksudkan adalah ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa komputer yang cukup representatif untuk seluruh siswa dalam satu kelas dan sudah disetting dengan LAN (Local Area Network), LCD untuk menayangkan presentasi guru, headphone di tiap komputer untuk mendengarkan suara guru dari komputer induk, mikrophone dan sound sistem yang berfungsi sebagai pengeras suara sehingga dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas, sambungan internet, printer, AC (Air Conditioning).

Dalam proses pembelajaran menggunakan ruang multimedia, bentuk-bentuk informasi yang dapat ditampilkan berupa kata-kata, gambar, video, musik, angka, atau tulisan tangan. Bagi komputer, bentuk informasi tersebut, semuanya diolah dari data digital. Sehingga memudahkan siswa menyerap dan mengingat materi-materi yang disampaikan dalam proses pembalajaran.
     
Adapun komponen yang perlu dipersiapkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:
· Sarana elektronik (komputer/laptop, LCD, headphone dan lain-lain).
· Kemauan siswa dan guru untuk melakukan renovasi pembelajaran.
· Sumber daya manusia (guru dan siswa).
· Kesiapan sekolah untuk menanggung beban operasional dan biaya perawatan.

  Jenis kegiatan/tugas guru yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:
· Menyampaikan materi (presentasi). Salah satu bentuk tugas yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah menyampaikan materi pelajaran menggunakan media komputer/laptop dan LCD. Materi disampaikan kepada siswa dengan menayangkan materi pada layar dan siswa dapat mengikuti bersama-sama. Keterampilan yang dapat digunakan yaitu dengan mengolah materi menggunakan program MS Power Point. Kemudian dapat dikembangkan lagi menggunakan program Windows Movie Maker, Ulead VideoStudio dan lain-lain. Bahkan dengan menayangkan video yang berhubungan dengan materi juga bisa dilakukan tanpa guru.

· Memutar lagu/musik disela-sela kegiatan belajar siswa, misalnya saat siswa mengakses materi pelajaran melalui internet.
· Memutar video yang berkaitan dengan materi pembelajaran
· Menampilkan gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
· Mengirim informasi/pesan dari guru (komputer server) ke siswa (komputer client).
· Mengirim tugas/ulangan kepada siswa dan mengumpulkannya kembali melalui komputer server.
· Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses materi melalui internet.
· Menggunakan ruang ini sebagai laboratorium bahasa karena di dalamnya terdapat headphone yang disambungkan dengan tiap computer dan bisa mendengar suara guru dari computer server.

       Upaya membuat anak betah belajar disekolah dengan memanfaatkan teknologi multimedia, merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Untuk itu, peran serta masyarakat dan orangtua , komite sekolah merupakan partner yang dapat merencanakan dan memajukan sekolah.

Sumber :